PINDAH BLOG

Berhubung email yang digunakan dalam blog ini hangus, maka saya berinisiatif untuk pindah blog , sekalian ganti suasana baru. ^_^.

Tulisan yang ada disini sebagian saya pindah ke blog yang baru,,,,

Untuk alamat blog yang baru yang  baru ini dia,,,

http://harian-dian.blogspot.com/

Iklan

MENATA KEMBALI NIAT KITA MENJADI GURU

Menjadi seorang guru adalah sebuah pilihan. Sejak awal kita kuliah di fakultas keguruan dan dapat gelar S.Pd kita sudah berniat untuk menjadi seorang guru. Menjadi guru tidaklah semudah yang dibayangkan, tinggal mengajar dan dapat bayaran besar, itu mungkin salah satu pikiran kita saat mau daftar di fakultas keguruan. Mungkin saja itu juga permintaan dari orang tua kita.

Apapun itu, kita sekarang sudah menjadi seorang guru, entah itu guru honorer maupun sudah PNS. Walaupun perbedaan gajinya bagaikan bumi dan langit, yang penting niat kita ikhlas ingin mengabdikan hidup kita bagi dunia pendidikan. Yakinlah Allah Maha Mengetahui  apa yang kita kerjakan dan tidak ada hal kebaikan yang akan sia-sia. Insya Allah itu akan jadi amal jariyah bagi kita yang pahalanya terus mengalir. Karena sejak awal jalan itu yang kita pilih, jangan pernah menyesal untuk menjadi seorang guru, karena guru adalah pekerjaan yang mulia.

Saya sangat memaklumi ada sebagian besar guru honorer yang mengeluh gajinya kecil, tidak cukup menghidupi keluarga padahal pengabdiannya sudah bertahun-tahun. Saya sendiri juga pernah merasakan hal itu, karena saya sendiri juga guru honorer yang tidak mendapatkan tunjangan apapun kecuali gaji dari sekolahan. Tapi semuanya kembali pada niat kita awal. Kita menjadi guru karena ingin memperoleh hidup yang layak apa ingin mengabdikan ilmu kita.

Dosen saya pernah berkata ” kalau ingin kaya jangan jadi guru tapi jadilah pengusaha”. Dari kata-kata beliau dapat diambil hikmah bahwa  menjadi guru harus disertai niat ikhlas tanpa pamrih dan bukan ajang untuk cari kekayaan ataupun cari gengsi dimasyarakat. Bukannya saya munafik tidak butuh uang, tidak sama sekali.

Uang adalah kebutuhan yang sangat urgen bagi kehidupan. Tapi ada banyak cara untuk mendapatkan rejeki Allah kalau kita mau berusaha dan memanfaatkan peluang yang ada. Bukannya hal yang mustahil jika menjadi guru sambil berwirausaha. Inilah sebenarnya anugerah tersembunyi yang diberikan Allah kepada kita. Disaat orang terdesak akan kebutuhan hidupnya sedangkan dari hasil mengajar sangat tidak mencukupi, maka akan muncul 1001 ide bagaimana cara mendapatkan penghasilan sampingan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Disinilah muncul ide-ide kreatif kita, misalnya membuat bros untuk dijual (pengalaman pribadi nih, hehe), beternak ayam, membuat warung makan, membuka catering, mencoba menulis untuk dikirim di media (masih dalam rencana dan belajar), membuka les, jual beli online yang saat ini sedang banyak diminati dan masih banyak yang lainnya.

Sekedar saran, Anda bisa membaca buku-buku biografi pengusaha sukses seperti Khairul Tanjung, dengan  demikian Anda akan termotivasi untuk berwirausaha. Hitung-hitung bisa mengurangi pengangguran, siapa tau malah bisa menciptakan lapangan pekerjaan bagi orang lain. Hebat kan? Kalau tidak terdesak kebutuhan ekonomi apa mau kita bersusah payah merintis usaha? Kita positif thinking aja, kita belum bisa jadi PNS karena kita ingin dididik dan ditempa agar kita menjadi orang yang kreatif.

Janganlah kita  minta dikasihani karena kita sudah mengabdi lama kok ga diangkat-angkat. Sehingga pemerintah merasa guru honorer merepotkan dan akhirnya membatasi guru honorer karena takut menuntut diangkat jadi PNS. Soalnya hal yang tidak mungkin juga kan mengangkat semuanya, butuh proses dikarenakan guru honorer banyak sekali, semua terkait dana APBN. Disini saya bukannya membela pemerintah tapi itu kenyataannya, kita tidak bisa “ngejebne” pemerintah karena honorer sekarang dan dulu sangat berbeda jauh dalam hal kuantitas.  Kita sebagai guru honorer harusnya bisa menunjukkan wibawa kita dengan memperlihatkan skill kita, loyalitas kita dan kemandirian kita agar kita tidak diremehkan lagi dan orang bisa melihat kita bukan dengan pandangan memelas/mesakne tapi bangga dengan kita.

Sebuah pelajaran dapat kita ambil dari Bu Een, seorang guru yang terus mengabdikan ilmunya walaupun kondisinya lumpuh. Beliau tetap semangat mengajar dalam keterbatasan yang dimilikinya. Beliau senang kalau anak-anak jadi pintar dan semangat dalam belajar. Semangat itulah yang seharusnya kita contoh dan kita ikuti. Buah dari keikhlasan dan pengabdiannya, Bu Een akhirnya bisa mewujudkan impiannya yaitu pergi ke istana negara. Bahkan didampingi oleh Bapak SBY serta petinggi-petinggi negara lainnya. Kita sebagai guru bangga juga kan terhadap Beliau?

Jadi sekali lagi saya ungkapkan, tidak ada hal kebaikan yang kita lakukan akan sia-sia. Semua ada balasannya, pahala sudah pasti, amal jariyah yang akan terus mengalir, kepuasan kita saat melihat anak didik kita menjadi anak yang pintar dan sukses, rejeki yang barokah, dan insya Allah kebaikan akan mengiringi setiap langkah kita. Amiin,,,,

( by: Diannita / Ratna Dewi )

La in syakartum la adzii dannakum, wa la in kafartum inna ‘adzaabii lasyadiidun.

(QS: Ibrahim : 7)

“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari ( nikmat-Ku ), maka pasti adzab-Ku sangat pedih”

 (QS: Ibrahim : 7)

PENINGKATAN PROFESIONALISME GURU

“Wah, menjadi guru sekarang repot  ya?” Kata Guru 1

“Repot  bagaimana Bu?” Kata Guru 2

“Banyak sekali tugas-tugas yang harus dikerjakan, mulai membuat RPP, KKM, Silabus dan sebagainya. Itupun setiap tahun ajaran harus ganti.“ Kata Guru 1

“ Benar Bu, padahal dulu tidak serepot seperti sekarang ini.” Kata Guru 2

“ Iya, terus sekarang bagaimana bisa fokus mengajarnya kalau kita setiap hari selalu disibukkan membuat perlengkapan mengajar.” Kata Guru 1

“iya Bu, belum lagi sekarang guru diharuskan lulusan S1.” Kata Guru 2

 

Dialog di atas adalah sebagian kecil dari keluhan-keluhan guru terhadap kewajiban-kewajiban yang dibebankan guru terkait dengan usaha untuk meningkatkan profesionalisme guru. Keluhan tersebut muncul karena guru belum siap atau belum dipersiapkan untuk menjadi guru profesional. Guru belum memiliki kesadaran yang tinggi akan pentingnya profesionalisme guru.

Sebelum kita membahas lebih lanjut tentang profesionalisme guru, perlu kita ketahui dulu apa arti dari Guru Profesional itu. Guru Profesional adalah guru yang memiliki komponen tertentu sesuai dengan persyaratan yang dituntut oleh profesi keguruan. Guru profesional senantiasa menguasai bahan atau materi pelajaran yang akan diajarkan dalam interaksi belajar mengajar, serta senantiasa mengembangkan kemampuan secara berkelanjutan, baik dalam segi ilmu yang dimilikinya maupun pengalamannya. Sedangkan Profesionalisme guru adalah kemampuan guru untuk melakukan tugas pokoknya sebagai pendidik dan pengajar meliputi kemampuan merencanakan, melakukan, dan melaksanakan evaluasi pembelajaran

Guru yang profesional menjadi harapan kita semua, karena dengan adanya peningkatan kemampuan guru sehingga menjadi guru yang profesional diharapkan kualitas pendidikan di Indonesia mengalami peningkatan. Peserta didik perlu dididik dan dibina oleh guru-guru yang profesional sehingga kualitas/mutu yang dihasilkan akan lebih maksimal.

Guru profesional hendaknya memiliki empat kompetensi guru yang telah ditetapkan dalam Undang-undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen yaitu, kompetensi pedagogik, kepribadian, profesional dan sosial. Oleh karena itu, selain terampil mengajar, seorang guru juga memiliki pengetahuan yang luas, bijak, dan dapat bersosialisasi dengan baik. Kitapun tentunya ingin menjadi guru profesional, akan tetapi banyak kriteria yang harus dipenuhi untuk menjadi guru yang profesional. Adapun kriteria-kriteria tersebut diantaranya;

  1. Mempunyai akhlak dan budi pekerti yang luhur sehingga mampu memberikan contoh yang baik pada anak didik.
  2. Mempunyai kemampuan untuk mendidik dan mengajar anak didik dengan baik.
  3. Menguasai bahan atau materi pelajaran yang akan diajarkan dalam interaksi belajar mengajar
  4. Memiliki kualifikasi akademik dan latar belakang pendidikan sesuai bidang tugas.
  5. Menguasai berbagai adminitrasi kependidikan ( RPP, Silabus, Kurikulum, KKM, dan sebagainya )
  6. Mempunyai semangat dan motivasi yang tinggi untuk mengabdikan ilmu yang dimiliki pada peserta didik.
  7. Tidak pernah berhenti untuk belajar dan mengembangkan kemampuannya.
  8. Mengikuti diklat dan pelatihan untuk menambah wawasan dan pengalaman.
  9. Aktif, kreatif, dan inovatif untuk mengembangkan pembelajaran dan selalu up to date terhadap informasi atau masalah yang terjadi di sekitar.
  10. Menguasai IPTEK (komputer, internet, blog, facebook, website, dsb).
  11. Gemar membaca sebagai upaya untuk menggali dan menambah wawasan.
  12. Tidak pernah berhenti untuk berkarya (membuat PTK, bahan ajar, artikel, dsb)
  13. Mampu berinteraksi dan bersosialisasi dengan orangtua murid, teman sejawat dan lingkungan sekitar dengan baik.
  14. Aktif dalam kegiatan-kegiatan organisasi kependidikan (KKG, PGRI, Pramuka)
  15. Mempunyai sikap cinta kasih, tulus dan ikhlas dalam mengajar

Berbagai upaya untuk meningkatkan profesionalisme guru telah ditempuh oleh pemerintah, instansi pendidikan dan para guru tentunya. Adapun upaya untuk meningkatkannya adalah sebagai berikut;

1.   Menempuh pendidikan pada jenjang yang lebih tinggi sesuai kualifikasi akademik

Hal ini berdasarkan Undang-Undang Guru Dosen bahwa guru untuk mendapatkan kompetensi profesional harus melalui pendidikan profesi dan guru juga dituntut untuk memiliki kualifikasi akademik minimal S-1 atau D4. Apalagi pada saat sekarang ini, perkembangan dunia pendidikan dan sistem pendidikan semakin meningkat. Dengan melanjutkan tingkat pendidikan diharapkan guru dapat menambah pengetahuannya dan memperoleh informasi-informasi baru dalam pendidikan sehingga guru tersebut mengetahui perkembangan ilmu pendidikan.

2.   Melalui Program Sertifikasi Guru

Salah satu upaya untuk meningkatkan profesionalisme guru adalah melalui sertifikasi dimana dalam sertifikasi tercermin adanya suatu uji kelayakan dan kepatutan yang harus dijalani seseorang, terhadap kriteria-kriteria yang secara ideal telah ditetapkan. Dengan adanya sertifikasi akan memacu semangat guru untuk memperbaiki diri, meningkatkan kualitas ilmu, dan profesionalisme dalam dunia pendidikan.

3.   Memberikan Diklat dan pelatihan bagi guru

Diklat dan pelatihan merupakan salah satu teknik pembinaan untuk menambah wawasan / pengetahuan guru. Kegiatan diklat dan pelatihan perlu dilaksanakan oleh guru dengan diikuti usaha tindak lanjut untuk menerapkan hasil – hasil diklat dan pelatihan.

4.   Gerakan Guru Membaca ( G2M )

Guru hendaknya mempunyai kesadaran akan pentingnya membaca untuk mengembangkan wawasan dan pengetahuannya. Tidak lucu bukan kalau guru menyuruh murid-muridnya rajin membaca sedangkan gurunya enggan untuk membaca. Kita sebagai guru harus lebih serba tahu dibandingkan peserta didik. Untuk itu perlu digalakkan Gerakan Guru Membaca. Dalam hal ini guru bisa memanfatkan buku-buku atau media masa yang tersedia diperpustakaan, sekolah ataupun toko buku, atau bisa juga dengan mengakses internet tentang hal-hal yang berhubungan dengan spesialisasinya ataupun pengetahuan umum yang dapat menambah wawasannya.

5.   Melalui organisasi KKG (Kelompok Kerja Guru)

Salah satu wadah atau tempat yang dapat digunakan untuk membina dan meningkatkan profesional guru sekolah dasar di antaranya melalui KKG. KKG adalah wadah kerja sama guru – guru dan sebagai tempat mendiskusikan masalah yang berkaitan dengan kemampuan profesional, yaitu dalam hal merencanakan, melaksanakan dan menilai kemajuan murid.

6.   Senantiasa produktif dalam menghasilkan karya-karya di bidang pendidikan.

Guru hendaknya memiliki kesadaran untuk lebih banyak menulis, terutama mengenai masalah-masalah pendidikan dan pengajaran. Hal ini termasuk salah satu metode untuk dapat meningkatkan kemampuan guru dalam menuangkan konsep-konsep dan gagasan dalam bentuk tulisan. Setiap guru harus sadar dan mau melatih diri jika ia benar-benar ingin menumbuhkan kreativitas dirinya melalui karya tulis (Misaknya; PTK, bahan ajar, artikel, dsb).

Dengan semakin banyaknya guru yang profesional diharapkan pendidikan di Indonesia mengalami peningkatan dan kemajuan. Mau diapakan siswa dan seperti apa siswa kelak, itu semua ada di tangan para guru. Hendaknya kita sadar akan pentingnya profesi guru. Guru tidak hanya sekedar memberi ilmu saja, akan tetapi mampu mendidik akhlak siswa, mampu membimbing siswa untuk menemukan bakat dan kemampuannya, mengajari siswa untuk bersosialisasi dan bisa mengarahkan siswa untuk mencapai cita-citanya. Seperti yang diungkapkan Ki Hajar Dewantara bahwa seorang guru hendaknya “ ing ngarso sung tulodho, ing madyo mangun karso, tut wuri handayani,“ dimana guru harus dapat menempatkan diri sebagai teladan, penasihat, pembimbing dan motivator bagi anak didiknya. Tugas guru bukanlah tugas yang ringan karena di tangan kitalah nasib generasi penerus bangsa dipertaruhkan.

(by: ratnadewi)

AKHIRNYA,,,,,,

Fiuuhhhhh,,,,,,

akhirnya bisa buka lagi setelah sekian lama blog g bsa dibuka karena lupa paswordnya,,,, heee

mga aja jadi rajin nulisnya,,,,

baru permulaan/ pemanasan,,,,

nulis ini dulu aja,,,,hee  ,,,,,,,^_^

PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN
KELAS VI SEMESTER 1

Dibuat Oleh :
DIANNITA RATNA KUSUMA DEWI
NPM : 10.141.375/p

PRODI S1 PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
INSTITUT KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN PGRI MADIUN
2011

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Nama Sekolah : SDN Mojopurno 2
Mata Pelajaran : Pendidikan Kewarganegaraan ( PKn )
Kelas / Semester : VI / 1
Alokasi Waktu : 2 x 35 menit ( 1 x pertemuan )

A. Standar Kompetensi
2. Memahami sistem pemerintahan RI

B. Kompetensi Dasar
2.2 Mendeskripsikan lembaga-lembaga negara sesuai UUD 1945

C. Indikator
 Kognitif
• Produk
1. Menjelaskan perbedaan lembaga negara sebelum dan sesudah amandemen UUD 1945
2. Menyebutkan lembaga-lembaga negara hasil amandemen UUD 1945
3. Menyebutkan tugas dan wewenang MPR
4. Menyebutkan fungsi dan tugas DPR
5. Menyebutkan hak-hak DPR

• Proses
1. Menunjukkan perbedaan lembaga negara sebelum dan sesudah amandemen UUD 1945
2. Mendiskusikan tugas dan wewenang MPR
3. Mendiskusikan fungsi dan tugas DPR
4. Mendiskusikan hak-hak DPR

 Afektif
1. Mengembangkan perilaku berkarakter meliputi :
– Bekerjasama dengan baik
– Menjadi ketua/anggota yang santun dan berempati ketika kerja kelompok
– Mengerti dan menghargai pendapat orang lain
– Melaksanakan tugas dengan baik dan penuh tanggung jawab
2. Mengembangkan keterampilan sosial yaitu :
– Melaksanakan komunikasi secara lisan

 Psikomotor
1. Melengkapi bagan lembaga negara melalui permainan adu cepat.
2. Membuat bagan lembaga negara hasil amandemen UUD 1945.

D. Tujuan Pembelajaran
 Kognitif
• Produk
1. Dengan tanpa melihat bagan siswa dapat menjelaskan perbedaan lembaga negara sebelum dan sesudah amandemen UUD 1945 sesuai dengan kriteria/kunci yang ditetapkan.
2. Dengan tanpa melihat bagan siswa dapat menyebutkan lembaga-lembaga negara hasil amandemen UUD 1945 sesuai dengan kriteria/kunci yang ditetapkan.
3. Dengan tanpa membuka buku siswa dapat menyebutkan tugas dan wewenang MPR sesuai dengan kriteria/kunci yang ditetapkan.
4. Dengan tanpa membuka buku siswa dapat menyebutkan fungsi dan tugas DPR sesuai dengan kriteria/kunci yang ditetapkan.
5. Dengan tanpa membuka buku siswa dapat menyebutkan hak-hak DPR sesuai dengan kriteria/kunci yang ditetapkan.

• Proses
1. Berdasarkan pengamatan bagan siswa dapat menunjukkan perbedaan lembaga negara sebelum dan sesudah amandemen UUD 1945.
2. Melalui diskusi kelompok siswa dapat menemukan tugas dan wewenang MPR
3. Melalui diskusi kelompok siswa dapat menemukan fungsi dan tugas DPR
4. Melalui diskusi kelompok siswa dapat menemukan hak-hak DPR

 Afektif
1. Mengembangkan perilaku berkarakter meliputi :
– Siswa mampu menunjukkan kerjasama yang kooperatif ketika bekerja dalam kelompok sesuai dengan kriteria penilaian.
– Siswa mampu menjadi ketua/anggota yang santun dan berempati ketika bekerja dalam kelompok sesuai dengan kriteria penilaian.
– Melalui kegiatan diskusi kelompok, siswa mampu menghargai pendapat teman dalam kelompok sesuai dengan kriteria penilaian.
– Melalui kegiatan diskusi kelompok, siswa mampu melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab sesuai dengan kriteria penilaian.
2. Mengembangkan keterampilan sosial
– Melalui kegiatan diskusi kelompok, siswa dapat melaksanakan komunikasi secara lisan sesuai kriteria penilaian.
 Psikomotor
1. Melalui permainan adu cepat siswa dapat melengkapi bagan lembaga negara sebelum dan sesudah amandemen UUD 1945 sesuai petunjuk permainan.
2. Dengan mengamati bagan, siswa dapat berlatih membuat bagan lembaga negara hasil amandemen UUD 1945 dengan rapi dan benar

E. Materi Ajar
Lembaga-lembaga negara ( MPR, DPR )

F. Metode Pembelajaran
1. Ceramah
2. Tanya jawab
3. Permainan
4. Diskusi
5. Pemberian tugas

G. Kegiatan Pembelajaran

No Kegiatan Pengorganisasian
Kelas Waktu
1 Kegiatan Awal
a. Salam, do’a dan absensi
b. Pengkondisian kelas ( mempersiapkan siswa untuk siap belajar )
c. Apersepsi :
– Mengajukan pertanyaan
i. Apa yang kalian ketahui tentang lembaga negara?
ii. Sebutkan lembaga negara yang kalian ketahui?
– Mengkomunikasikan tujuan pembelajaran
Klasikal
Klasikal

Klasikal
5 menit
2 Kegiatan Inti
a. Siswa mendengarkan penjelasan guru tentang lembaga negara yang ada di Indonesia.
b. Siswa secara berkelompok ( 2 kelompok ) melakukan permainan melengkapi bagan lembaga negara sebelum dan sesudah amandemen UUD 1945 ( petunjuk permainan terlampir )
c. Siswa menunjukkan perbedaan lembaga negara sebelum dan sesudah amandemen UUD 1945.
d. Siswa bersama guru membahas perbedaan lembaga negara sebelum dan setelah amandemen UUD 1945.
e. Siswa dengan bimbingan guru membuat bagan lembaga negara hasil amandemen UUD 1945.
f. Siswa secara berkelompok ( 3 kelompok ) berdiskusi tentang wewenang MPR, fungsi dan Tugas DPR, dan hak-hak DPR.
g. Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil diskusi di depan kelas dan kelompok lain menanggapi.
h. Siswa dengan bimbingan guru membahas hasil diskusi.
i. Siswa menanyakan materi yang belum difahami.
Klasikal

Kelompok

Individu

Klasikal

Individu

Kelompok

Klasikal

Klasikal

Klasikal 50 menit
3 menit

10 menit

3 menit

2 menit

5 menit

10 menit

10 menit

5 menit

2 menit
3 Kegiatan Akhir
a. Siswa bersama-sama menyimpulkan hasil kegiatan pembelajaran.
b. Siswa mengerjakan tes tertulis secara individu.
c. Siswa menyampaikan tanggapan (refleksi) tentang pelaksanaan pembelajaran hari ini.
d. Guru memberikan motivasi dan penghargaan kepada individu maupun kelompok yang hasil kerjanya bagus.
e. Guru memberikan tindak lanjut agar siswa membuat kliping tentang lembaga negara.
f. Penutup dan salam.
Klasikal

Individu
Klasikal

Klasikal

Klasikal

Klasikal 15 menit

H. Sumber dan Media Belajar
1. KTSP 2006
2. Kusumawardani, Anis dan Sunarso. 2008. Pendidikan Kewarganegaraan untuk SD
dan MI Kelas VI. Jakarta : Pusat Perbukuan Depdiknas.
3. LKS Maestro Kelas VI Semester 1
4. Bagan lembaga negara sebelum amandemen UUD 1945
5. Bagan lembaga negara sesudah amandemen UUD 1945

I. Penilaian
1. Penilaian Kognitif
a. Penilaian kognitif produk ( terlampir )
b. Penilaian kognitif proses ( terlampir )
2. Penilaian Afektif ( terlampir )
3. Penilaian Psikomotor ( terlampir )

J. Lampiran
1. Ringkasan Materi
2. Lembar tugas kelompok
3. Lembar Kerja Individu
4. Kunci Jawaban
5. Lembar Penilaian
6. Petunjuk Permainan
7. Media
Magetan, …………………
Mengetahui Guru Kelas VI
Kepala SDN Mojopurno 2

SUWARDI, S.Pd DIANNITA RATNA K.D, A.Ma
NIP. 19550406 197601 1 005

Lampiran 1
Rangkuman Materi

LEMBAGA-LEMBAGA NEGARA INDONESIA
MENURUT UUD 1945 HASIL AMANDEMEN

SUSUNAN LEMBAGA NEGARA SEBELUM AMANDEMEN

KETERANGAN :
MPR = Majelis Permusyawaratan Rakyat
DPR = Dewan Perwakilan Rakyat
DPA = Dewan Pertimbangan agung
BPK = Badan Pemeriksa Keuangan
MA = Mahkamah Agung

SUSUNAN LEMBAGA NEGARA HASIL AMANDEMEN

KETERANGAN :
MPR = Majelis Permusyawaratan Rakyat
DPR = Dewan Perwakilan Rakyat
DPD = Dewan Perwakilan Daerah
MA = Mahkamah Agung
MK = Mahkamah Konstitusi
KY = Komisi Yudisial
BPK = Badan Pemeriksa Keuangan

MPR ( MAJELIS PERMUSYAWARATAN RAKYAT )
MPR terdiri atas anggota DPR dan anggota DPD yang diilih secara langsung melalui pemilu. Masa jabatan anggota MPR lima tahun dan berakhir bersamaan pada saat anggota MPR baru mengucapkan sumpah atau janji.

 Tugas dan wewenang MPR adalah :
1. Mengubah dan menetapkan UUD
2. Melantik presiden dan wakil presiden
3. Memberhentikan presiden dan wakil presiden

 Hak Anggota MPR sebagai berikut :
1. Mengajukan usulan perubahan pasal-pasal UUD
2. Menentukan sikap dan pilihan dalam mengambil keputusan
3. Memilih dan dipilih
4. Membela diri
5. Protokoler
6. Keuangan dan administratif

 Kewajiban anggota MPR sebagai berikut :
1. Mengamalkan pancasila
2. Melaksanakan UUD 1945 dan peraturan perundang-undangan
3. Menjaga Keutuhan NKRI
4. Mendahulukan kepentingan negara diatas kepentingan pribadi dan golongan
5. Melaksanakan peran sbagai wakil rakyat dan wakil daerah

DPR ( DEWAN PERWAKILAN RAKYAT )
DPR terdiri atas anggota partai politik peserta pemilu yang dipilih berdasarkan hasil pemilu. Anggota DPR berjumlah 560 orang yang diresmikan dengan keputusan presiden dan masa jabatan selama lima tahun.

 Fungsi DPR, yaitu :
1. Fungsi Legislasi, yaitu sebagai pembuat UU bersama presiden.
2. Fungsi Anggaran, yaitu menetapkan Anggaran Pendapatan Dan Belanja Negara (APBN).
3. Fungsi Pengawasan, yaitu pengawasan terhadap pemerintah dalam menjalankan UU.

 Tugas dan wewenang DPR, yaitu :
1. Menetapkan APBN bersama presiden.
2. Membentuk UU yang dibahas bersama Presiden.
3. Melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan UU, APBN serta kebijakan pemerintah.

 Hak-hak DPR, yaitu :
1. Hak interpelasi, yaitu hak untuk meminta keterangan kepada presiden.
2. Hak Angket, yaitu hak untuk mengadakan penyelidikan atas sesuatu kebijakan presiden atau pemerintah.
3. Hak inisiatif, yaitu hak untuk mengajukan rancangan UU kepada pemerintah.
4. Hak Amandemen, yaitu hak untuk menilai atau mengadakan perubahan atas RUU.
5. Hak Budget, yaitu hak untuk mengajukan anggaran RAPBN.
6. Hak Petisi, yaitu hak untuk mengajukan pertanyaan atas kebijakan yang diambil oleh pemerintah.

TUGAS KELOMPOK

KELOMPOK 1
Nama Kelompok:
1. …………………………..
2. …………………………..
3. …………………………..
4. …………………………..

Diskusikan dengan kelompokmu tugas dan wewenang MPR !
a. ………………………………………………………………………………………………………………….
b. ………………………………………………………………………………………………………………….
c. ………………………………………………………………………………………………………………….
d. ………………………………………………………………………………………………………………….

KELOMPOK 2
Nama Kelompok:
1. …………………………..
2. …………………………..
3. …………………………..
4. …………………………..

Diskusikan dengan kelompokmu fungsi DPR dan tugas DPR !
Fungsi DPR :
a. ………………………………………………………………………………………………………………..
b. ………………………………………………………………………………………………………………..
c. ……………………………………………………………………………………………………………….

Tugas DPR
1. ………………………………………………………. ………………………………………………………
2. ………………………………………………………………………………………………………………..
3. ………………………………………………………………………………………………………………..

Lampiran 6
Petunjuk Permainan

PERMAINAN “MELENGKAPI BAGAN LEMBAGA NEGARA”
Bahan-Bahan :
1. 14 kartu lembaga negara
2. Bagan lembaga negara sebelum amandemen UUD 1945
3. Bagan lembaga negara setelah amandeman UUD 1945
4. Double tip
Aturan Permainan :
1. Bentuk kelasmu menjadi 2 kelompok !
2. Kelompok pertama melengkapi bagan lembaga negara sebelum amandemen dan Kelompok kedua melengkapi bagan lembaga negara setelah amandemen UUD 1945.
3. Letakkan 14 kartu lembaga negara di dalam kotak diantara kelompok pertama dan kedua !
4. Tiap kelompok dibuat satu baris berjajar ke belakang.
5. Ambil kartu lembaga negara dalam kotak dan pasang kartu pada kolom yang telah tersedia di papan tulis secara bergiliran !
6. Kelompok yang paling cepat dan tepat adalah pemenangnya.
BAGAN LEMBAGA NEGARA SEBELUM AMANDEMEN

BAGAN LEMBAGA NEGARA SETELAH AMANDEMEN

KARTU LEMBAGA NEGARA

Lampiran 7
Media

SUSUNAN LEMBAGA NEGARA SEBELUM AMANDEMEN

\

SUSUNAN LEMBAGA NEGARA HASIL AMANDEMEN

Hello world!

Welcome to WordPress.com. After you read this, you should delete and write your own post, with a new title above. Or hit Add New on the left (of the admin dashboard) to start a fresh post.

Here are some suggestions for your first post.

  1. You can find new ideas for what to blog about by reading the Daily Post.
  2. Add PressThis to your browser. It creates a new blog post for you about any interesting  page you read on the web.
  3. Make some changes to this page, and then hit preview on the right. You can always preview any post or edit it before you share it to the world.